Informasi Terkini Warkopi Meniru Warkop DKI

Inilah fakta terkini kontroversi Warkopi dengan Warkop DKI, bunda Alfin kena caci sampai peringatan Dirjen Kekayaan Intelektual, peringatan kompensasi 2 miliyar.


(Sumber : tribunnews.com)


Kontroversi Warkopi dengan Warkop DKI tampaknya belum menggapai titik temu. Sampai saat ini, rumor Warkopi yang melanggar Hak Kekayaan Intelektual( HAKI) semakin meluas.


Indro Warkop DKI menyentil para personel Warkopi lewat medsos terkait tentang HAKI Warkop DKI. Ia merasa dibebani dengan terbentuknya Warkopi nama lain Warkop DKI KW.


Kedatangan Warkopi sendiri, ialah Sepriadi (Dono KW), Alfred (Kasino KW) serta Alfin (Indro KW) memanglah mencuri perhatian serta viral di medsos. Warkopi unggah sebagian bagian film yang mengikuti kelakuan para personel Warkop DKI.


Walaupun telah mentake down serta memohon maaf dengan cara tidak langsung, tampaknya gelombang kritikan selalu ada pada Warkopi. Perihal ini karena Warkopi ditaksir tidak santun sebab tidak meminta ijin pada Warkop DKI.


Tidak cuma Indro Warkop, Dirjen KI, Freddy Harris angkat bicara mengenai kontroversi Warkopi- Warkop DKI.


Selanjutnya, inilah kenyataan terkini Warkopi tirukan Warkop DKI :


Alfin berterus terang tidak pernah jelekkan Warkop DKI


Alfin yang dikenal mirip dengan Indro Warkop menerangkan bahwa grupnya tidak pernah menjelek- jelekkan apapun tentang Warkop DKI.


" Dan saya pun tidak ada statement jelek atau gimana pun tentang Warkop DKI gitu," kata Alfin dalam video yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya @alfindk.


Walaupun berterus terang tidak menjelek- jelekkan Warkop DKI, ia tetap saja jadi bahan hujatan netizen.


Alfin berterus terang mentalnya menyusut sebab selalu jadi target bully.


"Kalau rasa takut sih pasti ada ya. Saya sempat down gitu, ada lah. Netizen bilang gimana gitu. Terutama tentang keluarga kita ya. Tapi saya coba tahan, udah lah nggak apa-apa. Insya Allah kuat menghadapi ini," ucapnya.


Bunda Alfin dibully netizen


Alfin laki- laki yang dikenal mirip Indro Warkop curhat menerima banyak hujatan. Lebih lanjut, Alfin berterus terang bila ibundanya pula terserang hujatan netizen. Alfin berterus terang bila ibundanya diucap selaku pelacur.


"Saya dibilang anak pelac** dan tidak tahu etika. Itu yang sampai saat ini saya kepikiran. Sampai ibu saya nangis di rumah," tambahnya.


Peringatan Dirjen KI


Dirjen KI, Freddy Harris membetulkan terdapatnya pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual( HAKI) atas aksi Warkopi.


"Artinya dengan nama Dono, Kasino, dan Indro tentu adanya pelanggaran ya itu pelanggaran hak cipta. Karena membawa nama Warkop. Kedua, orang kalau nonton Warkopi nanti akan selalu ingat Warkop yang lama, itu kan keliru," kata Dirjen KI Freddy Harris dalam jumpa pers virtual, Senin (27/9/2021).


Ancaman Denda


Freddy Harris pula menarangkan terpaut bahaya kejahatan terpaut HAKI.

"Tapi buat saya, apakah melanggar hukum pidana, di HAKI kenapa penegakkan HAKI di belakang, itu kan tujuannya untuk mengedukasi masyarakat supaya nanti ya sudah, minta maaf ke om Indro, ke (pihak) Warkop DKI, beli lisensinya, selesai," ungkapnya.


Bila telah mengantongi ijin dan lisensi, Warkopi dapat leluasa membuat konten film ataupun hak siarnya dibebaskan. 


Perlu diketahui juga bahwa Warkop DKI telah memasukkan namanya di Dirjen KI semenjak 21 Januari 2004. Sejak saat itu apapun yang berhubungan dengan Warkop DKI, wajib permisi terlebih dulu ke Badan Warkop DKI sebab mereka telah memasukkan namanya di Dirjen KI.


"Grup Warkopi sendiri tidak tercatat memiliki pendaftaran merek. Apabila merujuk kepada ketentuan Pasal 100 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2016, karena itu Warkopi dapat dipidana dengan penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp2 Miliar," ucap Freddy Harris.


Pasal 100 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2016 disebutkan bahwa ‘Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.'


Sumber dan Referensi : Style Tribun News

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama