FILM SEJARAH PENYEBARAN ISLAM DI NUSANTARA - SUNAN KALIJAGA (FULL HD)




                                     Sumber Video : Channel Youtube PROGRES TV

Infobersama - Melansir dari tirto.id, berikut adalah Sejarah Hidup Sunan Kalijaga dan Penyebaran Islam Di Nusantara.

Sunan Kalijaga merupakan salah satu malim Wali Songo yang diketahui sangat besar akibat serta jangkauan dakwahnya di tanah Jawa. Asal usul hidup Sunan Kalijaga tidak semulus yang dicerminkan. Saat sebelum jadi dai, beliau merupakan bromocorah nama lain penjahat. Riwayat kehidupan Sunan Kalijaga melintas- batas masa kerajaan di Jawa yang silih- berganti.

Beliau melihat pergantian semenjak era akhir Kerajaan Majapahit, kemudian Kerajaan Demak, Kerajaan Memajang memamerkan, sampai dini Kerajaan Mataram Islam.

Dilahirkan dengan julukan Raden Said pada dekat 1450 Kristen, Sunan Kalijaga ialah putra Tumenggung Wilatikta, Bupati Tuban.

Di era mudanya, Raden Said diketahui dengan anak muda bandel yang senang bertaruh, minum minuman keras, mencuri, serta melaksanakan banyak aksi jelek. Perihal ini membuat bapaknya yang ialah adiwangsa serta penguasa Tuban malu mempunyai anak kurang ajar. Akhirnya, Raden Said diusir dari rumah oleh orang tuanya.

Kenakalan Raden Said malah menggila. Beliau jadi bromocorah nama lain penjahat. Kerjaannya membuat gara- gara serta kekacauan, apalagi kabarnya Raden Said sempat menghabisi nyawa orang.

Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam (2020) yang ditulis Suhailid, kala Raden Said merampok serta merampas harta banyak orang, beliau diketahui dengan julukan Lokajaya, yang maksudnya merupakan penguasa area.

Sesuatu durasi, Raden Said kena batunya, orang yang hendak dirampoknya merupakan Sunan Bonang. Sebab akibat Sunan Bonang seperti itu, Raden Said kesimpulannya siuman serta bertobat, dan tidak lagi merampas harta serta melaksanakan aksi jelek.

Sunan Bonang setelah itu jadi guru kebatinan Raden Said. Tidak hanya berlatih Islam pada Sunan Bonang, Raden Said pula mempelajari kesusasteraan Jawa serta berlatih mendalang. Nanti, wawasan seni serta budayanya inilah yang dijadikan alat ajakan Islam oleh Sunan Kalijaga alhasil diperoleh oleh warga setempat.

Ajakan Sunan Kalijaga Ajakan Raden Said diawali di Cirebon, di Dusun Kalijaga, buat mengislamkan masyarakat Indramayu serta Pamanukan. Sebab dasar dakwahnya di Dusun Kalijaga, Raden Said setelah itu diketahui dengan julukan Sunan Kalijaga.

Begitu juga Orang tua Songo yang lain, Sunan Kalijaga berceramah dengan pendekatan seni serta adat. Beliau amat ahli mendalang serta mengadakan pementasan boneka. Selaku dalang, beliau diketahui dengan julukan Ki Dalang Sida Brangti, Ki Dalang Bengkok, Ki Dalang Kumendung, ataupun Ki Unehan.

Berlainan dengan pementasan boneka yang lain, Sunan Kalijaga tidak mematok bayaran untuk yang mau melihat pementasan dia, melainkan lumayan dengan mengatakan Kalimosodo ataupun 2 perkataan syahadat selaku karcis masuknya.

Dengan sedemikian itu, banyak orang yang melihat pementasan boneka Sunan Kalijaga telah masuk Islam. Berkah kelihaian Sunan Kalijaga bercampur, lelet laun warga setempat memahami Islam perlahan serta mulai melaksanakan syariat Islam.

Dalam pertunjukannya, ada banyak drama digubah Sunan Kalijaga yang diadaptasi dari dokumen kuno, salah satu yang sangat disukai merupakan drama Dewa Ruci, Layang Kalimasada, Drama Petruk Jadi Raja, serta lain serupanya.

Tidak cuma itu, Sunan Kalijaga pula meningkatkan karakter- karakter terkini semacam punakawan yang terdiri atas Semar, Babi hutan, Petruk, serta Gareng.

Tidak hanya mengadakan pementasan boneka, Sunan Kalijaga pula menggubah tembang- tembang yang sarat dengan bagasi keislaman, semacam Kidung Rumeksa ing Wengi, Ilir- ilir, serta lain serupanya.

Dalam novel Denah Orang tua Songo( 2016), Agus Sunyoto menorehkan kalau tidak hanya selaku dalang serta ilustrator tembang, Sunan Kalijaga pula berkarya selaku artis serta bedaya masker, dalang busana, perajin alat- alat pertanian, sampai advokat baginda serta kepala- kepala wilayah di era itu.

Sunan Kalijaga menikahi Siti Zainab, adik Sunan Gunung Asli. Istrinya yang lain merupakan Bidadari Sarah, gadis Maulana Ishak. Dari istri- istrinya itu, Sunan Kalijaga mendapatkan sebagian anak, di antara lain merupakan Watiswara ataupun Sunan Penggung serta Sunan Muria.

Kedua buah hatinya itu meneruskan ajakan yang dirintis Sunan Kalijaga. Tidak terdapat memo tentu yang mengatakan bila Sunan Kalijaga tewas bumi. Makamnya terdapat di Dusun Kadilangu, kurang lebih berjarak 3 kilometer dari Langgar Agung Demak.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama